Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) bekerja sama dengan Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) menyelenggarakan kegiatan Health Talk bertajuk “Jantung Koroner: Cegah Sebelum Terlambat” secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat 17 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PERADI dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya di kalangan advokat yang memiliki tingkat mobilitas dan tekanan pekerjaan yang tinggi.
Kesehatan Menjadi Modal Penting dalam Menjalankan Profesi
Acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPN PERADI, Emir Z. Pohan, S.H., LL.M., yang hadir mewakili Ketua Umum DPN PERADI, Ahmad Fikri Assegaf, S.H., LL.M. Dalam sambutannya, Emir menegaskan bahwa kesehatan merupakan modal utama bagi seorang advokat dalam menjalankan profesinya.
“Profesi advokat menuntut dedikasi, mobilitas, dan tanggung jawab yang tinggi. Karena itu, kesehatan harus menjadi perhatian utama, sebab hanya dengan kondisi fisik yang baik seorang advokat dapat menjalankan tugas profesinya secara optimal,” ujar Emir.
Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Preventif
Sementara Ketua Umum PERDOKI, dr. Agustina Puspitasari, Sp.OK, SubSp,BioKO (K) menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara PERADI dan PERDOKI dalam meningkatkan kesadaran kesehatan preventif di kalangan advokat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah berbagai gangguan kesehatan, terutama di kalangan profesi advokat di Indonesia. Harapannya, melalui Health Talk ini, Bapak dan Ibu dapat memperoleh insight sekaligus diingatkan kembali mengenai pentingnya bersama-sama menjaga kesehatan agar tetap produktif dalam menjalankan tugas sehari-hari,” ujar dr. Agustina.
Kegiatan ini dipandu oleh M. Daud B., S.H. selaku moderator dan menghadirkan dr. Iqbal Mochtar, M.D., M.P.H., M.O.H.S., DipCard., DoccMed., PhD, SpOk sebagai narasumber.
Penyakit Jantung Koroner Masih Menjadi Ancaman Serius
Dalam pemaparannya, dr. Iqbal menjelaskan bahwa penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan penting untuk dideteksi sejak dini.
“Jantung merupakan semacam mesin di dalam tubuh kita yang tidak pernah berhenti bekerja. Dalam satu menit, jantung berdetak sekitar 60 hingga 100 kali, sehingga dalam sehari dapat mencapai sekitar 100 ribu kali denyut. Saat kita tidur maupun beraktivitas, jantung tetap bekerja tanpa henti,” ujar dr. Iqbal.
Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah faktor seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, serta stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
Mendorong Gaya Hidup Sehat dan Deteksi Dini
Selain memberikan pemahaman mengenai faktor risiko, dr. Iqbal menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, olahraga secara rutin, istirahat yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik.
Melalui kegiatan Health Talk ini, DPN PERADI berharap para advokat dan masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan jantung serta melakukan langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini guna meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas dalam menjalankan profesi.





