Di tengah persiapan menuju Munas IV PERADI, satu nama mencuat bukan karena retorika kampanye, melainkan karena rekam jejak membangun organisasi dari bawah: Halomoan Sianturi. Selama bertahun-tahun, ia memperlihatkan cara kerja yang berbeda dari kebanyakan tokoh organisasi: tidak langsung melompat ke pusat, melainkan membangun kekuatan dari struktur terbawah. Bagi Halomoan, kepemimpinan tidak dimulai dari panggung, melainkan dari konsistensi melayani anggota di akar rumput.
Lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, perjalanan karier Halomoan tidak dimulai dari dunia orasi ataupun opini publik, melainkan dari disiplin ketat dunia korporasi. Hampir dua dekade ia habiskan sebagai kepala divisi hukum di berbagai institusi keuangan—dari Bank Artha Graha hingga perusahaan pembiayaan dan sekuritas nasional. Pengalaman itu membentuknya sebagai figur yang rapi, sistematis, dan memahami pentingnya tata kelola yang akuntabel.
Pendiri dan Dua Periode Ketua DPC Jakarta Selatan
Momentum besar datang ketika ia kembali ke dunia advokasi murni dan mendirikan Halomoan Sianturi & Partners (HSP Law Firm) pada tahun 2003. Namun peran strategisnya dalam profesi justru terlihat ketika ia mendirikan Dewan Pimpinan Cabang PERADI Jakarta Selatan pada 2018. Bukan sekadar ditunjuk sebagai ketua—Halomoan adalah pendirinya. Ia membangun struktur dari nol, mengonsolidasikan anggota, dan menjalankan roda organisasi hingga cukup kuat untuk melanjutkan ke periode kedua pada 2022–2026.
Kekuatan Halomoan bukan pada sorotan publik, melainkan pada kemampuan menjaga struktur agar tetap hidup. Di saat banyak calon datang membawa slogan, Halomoan datang membawa bukti: organisasi bisa tumbuh jika diurus dengan disiplin administratif dan kepemimpinan yang bisa diakses oleh anggotanya.
Perpaduan Etos Korporasi dan Solidaritas Profesi
Identitas Halomoan bisa dibaca sebagai persilangan antara profesional korporat dan organisatoris sejati. Dari pengalaman panjangnya di sektor keuangan, ia membawa budaya tertib administrasi, dokumentasi yang rapi, dan manajemen risiko dalam setiap keputusan. Dari dunia organisasi, ia menyerap pentingnya solidaritas—bahwa organisasi tidak bisa hidup hanya dengan ketegasan aturan, tetapi juga dengan kehangatan komunikasi.
Dalam konteks kepemimpinan PERADI, dua kekuatan itu menjadi formulasi menarik. Di satu sisi, organisasi advokat membutuhkan modernisasi birokrasi. Di sisi lain, ia tetap harus dekat dengan kebutuhan anggota. Halomoan berdiri di tengah persilangan keduanya.
Menatap Munas IV: Dari Akar Rumput ke Pusat Pengambilan Keputusan
Dengan pengalaman membangun struktur organisasi dari bawah dan rekam jejak panjang di dunia hukum dan keuangan, Halomoan Sianturi kini hadir sebagai salah satu bakal calon Ketua Umum PERADI yang menawarkan arah berbeda: menguatkan fondasi sebelum membangun menara. Di saat sebagian kandidat datang dengan janji perubahan dari atas, Halomoan menawarkan perubahan dari bawah — dari struktur, dari disiplin, dari keteraturan.
Namun keputusan akhirnya bukan ada di tangan satu orang, melainkan seluruh anggota.
👉 Pastikan Anda terdaftar dan diverifikasi sebagai pemilih melalui laman resmi peradi.id/.
Karena masa depan PERADI tidak hanya ditentukan oleh siapa yang mencalonkan diri — tetapi oleh siapa yang menggunakan hak pilihnya.
CV. Halomoan Sianturi, S.H., M.H. (unduh)





